Jumat, 12 Agustus 2011

Membaca Laporan Keuangan Bank (Bagian 1)

Laporan keuangan bank memiliki item-item yang berbeda dari laporan keuangan pada umumnya.  Oleh karena itu, analisa laporan keuangannya pun menggunakan pendekatan yang berbeda.
Pada dasarnya dalam sistem ekonomi, bank memegang peranan sebagai lembaga intermediasi. Bank menghimpun tabungan dan deposito dari masyarakat dan kemudian menyalurkannya kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit. Keuntungan yang didapatkan oleh bank adalah selisih antara bunga dari kredit yang diberikan dengan bunga dari tabungan/deposito.

Yang perlu disadari adalah ketika kita menabung atau membuka deposito di bank, pada hakikatnya kita meminjamkan sejumlah uang kepada bank tersebut. Oleh karena itulah kita mendapatkan bunga. Dana kita akan menjadi modal bagi bank untuk menyalurkan kredit. Tidaklah heran di dalam laporan keuangan bank, dana tabungan/deposito dimasukkan sebagai liabilities (kewajiban).
GWM (Giro Wajib Minimum) adalah dana yang harus disetorkan ke Bank Indonesia sebagai simpanan. Dana ini disebut juga dengan reserve requirement. Saat ini GWM dipatok sebesar 5% dari jumlah tabungan/deposito. Mengapa bank harus memiliki reserve? Permasalahan ini sangat erat kaitannya dengan sistem fractional reserve yang dianut oleh sistem perbankan.


Fractional Reserve Banking
Ketika bank menerima tabungan/deposito dari masyarakat, bank tersebut menyalurkannya dalam bentuk kredit. Tentu saja tidak 100% dana simpanan tersebut disalurkan. Ada sebagian yang disimpan sebagai cadangan (reserve) untuk melayani nasabah yang akan menarik simpanannya. GWM seperti yang disebutkan sebelumnya merupakan reserve wajib dari bank. Di samping GWM, bank juga tentu memiliki uang kas untuk keperluan operasionalnya. Reserve dari bank ini juga bisa disimpan oleh bank dalam bentuk obligasi jatuh tempo dalam jangka pendek sehingga sewaktu-waktu dapat dicairkan.
Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa ada sesuatu yang tersirat.
Karena bank hanya menyimpan sebagian dana nasabah di tangannya, tidak akan mungkin suatu bank dapat memenuhi permintaan penarikan dana tabungan/deposito dalam jumlah yang lebih besar daripada reserve-nya.  Inilah kelemahan dari fractional reserve banking. Dari Oleh karena itulah mengapa rush terhadap suatu bank merupakan hal yang sangat ditakuti. GWM yang ditetapkan oleh BI bertujuan untuk mengurangi risiko ini.
Lho, kan bank bisa menarik kredit yang telah disalurkan?
Tidak semudah itu. Tabungan/deposito memungkinkan nasabah untuk menarik simpanannya saat itu juga sedangkan bank tidak dapat semudah itu untuk menarik kreditnya karena umumnya kredit memiliki jangka waktu jatuh tempo yang panjang. Perbedaan jangka waktu jatuh tempo antara tabungan dengan kredit inilah yang menyebabkan bank bisa memperoleh keuntungan. Untuk lebih jelasnya, mari kita perhatikan gambar berikut

:



Terlihat bahwa semakin panjang jangka waktu jatuh temponya (maturity), yield dari pinjaman semakin tinggi. Bank mengambil keuntungan dari selisih bunga dengan memanfaatkan perbedaan yield tersebut. (Ket: yield itu mirip dengan return).
Ada kalanya, yield curve menjadi flat atau bahkan terbalik (inverted). Biasanya kondisi ini terjadi ketika ekonomi mengalami resesi. Jika kembali pada masa krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1997, kita melihat bahwa suku bunga deposito melonjak tajam dan sempat mencapai 40% per tahun. Siapa yang mau mengambil kredit dengan suku bunga sedemikian tinggi?


Penjelasan Diagram
Dari diagram di atas, secara logika saja kita bisa melihat apa saja yang bisa menjadi risiko dari sebuah bank. Yang pertama adalah apabila net interest margin (selisih antara bunga kredit dengan bunga tabungan/deposito) menipis. Keuntungan bank akan semakin mengecil dan jika berlangsung terus menerus akan menurunkan profitabilitas bank tersebut. Kapan hal tersebut terjadi? Biasanya hal tersebut terjadi saat resesi di mana bank harus memberikan bunga yang lebih besar agar nasabah mau menyimpan lebih banyak uangnya di bank. Untuk memantaunya, kita bisa melihatnya dari NIM (Net Interest Margin). Semakin besar nilainya, semakin baik.

Risiko kedua adalah apabila terjadi kredit macet. Sumber pendapatan bank dari bunga kredit akan menipis dan ada kemungkinan menurunkan kemampuannya untuk memenuhi permintaan nasabah untuk menarik dana tabungannya. Hal inilah yang terjadi saat krisis moneter tahun 1997. Oleh karena itulah bank menetapkan persyaratan yang ketat sebelum memberikan kredit. Permasalahan kredit macet ini sangat berpotensi menimbulkan malapetaka bagi bank apabila tidak terkontrol. Contoh yang sangat bagus adalah apa yang melanda Amerika Serikat pada tahun 2008. Bank memberikan pinjaman dengan persyaratan yang semakin longgar. Padahal orang-orang yang diberikan kredit belum tentu mampu untuk mengembalikannya. Akibatnya sangat fatal. Ketika suku bunga semakin tinggi, banyak kreditur yang gagal bayar yang pada akhirnya memicu krisis global yang sampai dengan saat ini dampaknya masih kita rasakan. Sangatlah penting bagi kita untuk selalu memperhatikan rasio NPL (Non-Performing Loan) suatu bank sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Rasio NPL merupakan perbandingan antara jumlah kredit macet dengan jumlah kredit keseluruhan yang telah disalurkan. Semakin besar nilainya, semakin berisiko bank tersebut.
Rasio lain yang dapat kita pergunakan untuk melihat efektivitas suatu bank dalam menyalurkan kredit dan bagaimana bank tersebut menjaganya dalam batas aman adalah rasio LDR (Loan to Deposit Ratio). LDR merupakan perbandingan antara jumlah kredit yang disalurkan dengan jumlah tabungan/deposito yang berhasil dihimpun. BI sebagai bank sentral memberikan batasan LDR dalam kisaran 78%-100%. LDR di bawah 78% akan menurunkan profitabilitas suatu bank sementara apabila LDR lebih tinggi dari 100% akan membuat bank tersebut sangat berisiko.

Pada bagian kedua, saya akan coba menjelaskan bagaimana caranya membaca laporan keuangan suatu bank. Penjelasannya sengaja saya berikan di bagian kedua karena untuk memahami laporan keuangan bank, kita terlebih dahulu harus memahami bagaimana cara kerjanya.

Senin, 01 Agustus 2011

INDEKS SAHAM

  1. Indeks saham pada umumnya keberadaannya lebih di ketahui masyarakat baik AS, Eropa maupun Asia, karena seringnya indeks saham tersebut muncul dalam laporan berita. Sebagian kecil kalangan trader dan mayoritas orang belum sepenuhnya memahami bagaimana indeks ini diperdagangkan. Pada umumnya anggapan yang muncul adalah indeks diperdagangkan persis seperti saham atau hanya dianggap sebagai informasi yang dapat dijadikan indikator pergerakan harga saham di suatu sektor.

    Padahal kenyataannya, indeks saham berbeda dengan saham. Indeks saham tidak diperdagangkan di bursa saham (stock exchange) karena indeks bukanlah saham. Agar indeks saham dapat diperdagangkan, maka harus ada kontrak yang menentukan ukuran dan waktu penyerahan.

    Kontrak tersebut kemudian diperdagangkan di bursa futures (futures markets). Sehingga indeks saham yang diperdagangkan dapat mengacu kepada sebuah kontrak penyerahan di masa depan terkait dengan sejumlah dana yang dihitung berdasarkan nilai indeks saham.

    Karena berbentuk kontrak, indeks memungkinkan terjadinya perdagangan untuk tujuan spekulasi. Disamping untuk melindungi nilai saham (hedging) yang mengalami kerugian, baik dalam kondisi market naik atau turun. Indeks saham juga menutupi kelemahan trading di saham akibat sulitnya memilih saham individual berpenampilan terbaik dengan menyediakan nilai saham secara keseluruhan, baik total maupun per sektor industri. walau dalam kondisi bullish sekalipun.

    Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan indeks saham sebagai lahan trading karena dua faktor penting, yakni: fleksibilitas dan leverage.

    Sebagai tambahan, instrumen yang terdapat di pasar futures memiliki area pergerakan harga yang baik dengan likuiditas yang tinggi. Beberapa instrumen seperti Dow Jones bahkan dapat diperdagangkan 24 jam penuh sehari. Anda dapat menggunakan indeks saham futures untuk mengambil tindakan berdasarkan opini yang bebas dan penyesuaian dengan tingkat resiko Anda sendiri ke berbagai instrumen secara lebih efisien.{break}

    Pengertian Indeks Saham

    Indeks saham atau stock indexes (STODEX) adalah harga atau nilai dari sekelompok saham yang dikumpukan berdasarkan kategori tertentu. Indeks ini merupakan indikator pergerakan harga dari seluruh saham yang diwakilinya.

    Misalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mewakili seluruh pergerakan harga saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia atau Jakarta Industrial Classification (JASICA) yang mewakili pergerakan harga dari sektor industri tertentu.

    Setiap negara biasanya memiliki kriteria dan cara tersendiri untuk memilah dan memperdagangkan Indeks saham.

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, karena Indeks saham merupakan indikator saham saja yang tidak memiliki aset, maka untuk dapat diperdagangkan sebagai instrumen investasi, indeks saham harus berbentuk kontrak yang memiliki kriteria tertentu, seperti satuan unit (lot), nilai kontrak dan jangka waktu penyerahan. Karena kriteria tersebut-lah, maka indeks saham diperdagangkan difutures market atau bursa berjangka di Indonesia.

    Trading index saham berjangka memiliki arti memperdagangkan (memperjualbelikan) indeks saham berjangka yang sesuai dengan kriteria diatas.

    Jenis Indeks Saham

    Terdapat banyak sekali jenis indeks yang diperdagangkan di dunia, karena pada umumnya hampir seluruh negara memiliki indeks sahamnya sendiri. Bahkan beberapa negara memiliki lebih dari satu indeks, seperti halnya Amerika Serikat yang memiliki Dow Jones, NASDAQ, dan S&P 500 atau Jepang yang memiliki Nikkei dan Topix index.

    Di bawah ini adalah indeks saham yang paling populer di Asia dan Amerika Serikat;

    1. Indeks Hang Seng, Hong Kong

    Hang Seng Index (disingkat HSI) adalah indeks saham yang dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar saham di Hong Kong yang pertama kali diluncurkan pada tanggal 24 Nopember 1969. Pada awalnya digunakan untuk memonitor dan mencatat perubahan harian saham berkapital besar. Terdiri dari 45 perusahaan yang mewakili 67% dari total kapital yang diperdagangkan di bursa saham Hong Kong. Hang Seng Index dapat  diklasifikasi berdasarkan 4 sektor utama:

    Hang Seng Finance Sub-index Hang Seng Utilities Sub-index Hang Seng Properties Sub-index Hang Seng Commerce & Industry Sub-index

    2. Nikkei 225, Japan

    Nikkei 225 adalah indeks saham yang ada di bursa saham Tokyo (Tokyo Stock Exchange /TSE). Pergerakan indeks ini sudah dipublikasikan oleh surat kabar Nihon Keizai sejak tahun 1971 dan merupakan satu dari sebagian kecil faktor yang menggerakkan mata uang Yen Jepang. Saat ini, Nikkei telah berperan sebagai indeks saham yang paling aktif dan diminati oleh pelaku pasar internasional. Mirip dengan indeks Dow Jones di AS dan telah dicatat di bursa-bursa utama dunia seperti Singapore Exchange, Osaka Securities Exchange dan Chicago Mercantile Exchange.

    3. KOSPI 200, Korea

    KOSPI adalah singkatan dari Korea Composite Stock Price Index, yang merupakan indeks saham gabungan seluruh perusahaan yang tercatat di bursa Korea. Sesuai namanya, KOSPI terdiri dari 200 perusahaan terbesar. Futures indeks ini merupakan salah satu indeks saham teraktif yang diperdagangkan di Asia.

    4. Dow Jones Industrial Average (DJIA), USA

    Dow Jones Industrial Average (simbol >DJI, DJIA atau $INDU) adalah salah satu indeks saham yang diciptakan oleh Jurnal Wall Street dan pendirinya, Charles Dow. DJIA merupakan indeks saham yang paling populer dan paling diminati di dunia. Indeks ini terdiri dari 30 perusahaan blue-chip papan atas dunia seperti IBM, Procter & Gamble, Hewlett Packard, Coca-Cola, Johnson & Johnson dan perusahaan-perusahaan terkenal lainnya. Indeks futures Dow Jones dapat diperdagangkan dengan modal penuh atau dengan kontrak mini di Chicago Mercantile Exchange.

    5. Standard & Poor's 500 (SPX), USA

    Standard & Poors 500 (simbol $SPX, INX atau >GSPC) adalah indeks saham yang lebih luas cakupannya, terdiri dari 500 perusahaan besar AS. Beberapa trader dan manajer investasi lebih memilih memperdagangkan S&P 500 dibanding indeks saham Dow Jones karena cukup likuid dan memiliki fluktuasi yang tinggi. indeks futures S&P 500 juga dapat diperdagangkan dengan modal penuh atau kontrak mini di bursa perdagangan Chicago (Chicago Mercantile Exchange/ CME).

    6. NASDAQ-100, U.S.

    Indeks saham NASDAQ (simbol $IXIC atau COMPX) juga merupakan salah satu indeks saham yang paling populer di dunia. Kebanyakan perusahaan yang terdaftar dalam indeks ini merupakan saham teknologi sehingga terkadang disebut juga sebagai Indeks Teknologi. Pengamat dan pelaku pasar menggunakan indeks saham ini dengan tujuan yang sama, yakni sebagai indikator saham teknologi dunia dan hampir tidak dapat digunakan sebagai indikator saham secara keseluruhan. Sesuai namanya, Indeks ini terdiri dari 100 perusahaan multinasional yang diperdagangkan di NASDAQ, dan dapat dilakukan secara penuh atau melalui mini kontrak di bursa perdagangan Chicago.{break}

    Keunggulan indeks saham

    Trading dengan indeks saham memiliki banyak manfaat dan keunggulan yang tidak dapat disediakan oleh saham dan beberapa di antaranya juga tidak dapat disediakan oleh instrumen lain. Keunggulan penting yang perlu Anda ketahui adalah:

    Kinerja Diversifikasi Kesempatan jual (Short Selling) Leverage Online Trading

    1. Kinerja

    Indeks utama dunia merupakan instrumen yang memiliki kinerja terbaik, bahkan 97% melebihi kinerja investasi seluruh reksa dana aktif selama 40 tahun terakhir. Trading indeks saham tidak memerlukan dana penuh, hanya memerlukan sebagian kecil dana dari nilai kontraknya. Jadi, ketika Anda berhasil, tingkat ROI yang dihasilkan pun sangat besar.

    2. Diversifikasi

    Setiap indeks saham bergerak mewakili saham-saham yang ada didalamnya secara menyeluruh. Indeks merupakan tempat yang ideal untuk melakukan diversifikasi portfolio. Sebagai contoh, Anda telah membeli saham Bank of America index. Kemudian perusahaan tersebut melaporkan kerugian besar yang membuat harga sahamnya anjlok drastis. Jika Anda melakukan diversifikasi melalui indeks S&P 500, efek tersebut tidak akan terlalu signifikan karena masih tersisa 499 saham perusahaan lain yang mendukung harga indeks. Apabila terjadi sesuatu pada indeks saham, Anda tidak akan menghadapi persoalan likuiditas. Sehingga dapat dilakukan sesegera mungkin tanpa antrian. Anda pun tidak akan menemukan kecurangan perdagangan seperti yang biasa terjadi pada saham-saham perusahaan individual.

    3. Short selling (spekulasi dan hedging)

    Indeks saham biasanya turut menguat dalam keadaan bullish dan melemah dalam keadaan bearish. Indeks memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh saham pada saat harga mengalami penurunan, Saham memiliki kecenderungan untuk turun atau koreksi tajam. Bahkan kadang terjadi lebih cepat dibandingkan penguatannya, namun Anda tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menunggu harga kembali naik.
    indeks saham
    Berbeda dengan pasar saham, Anda dapat menjual indeks saham semudah ketika membelinya. Tidak ada peraturan yang membatasi dalam kondisi bagaimana Anda dapat menjual. Pada waktu dan kondisi apapun dalam sesi perdagangan, Anda dapat melakukan penjualan.
  2. Kenaikan dan penurunan saham secara umum biasanya akan menghasilkan pergerakan yang sama bagi indeksnya. Sehingga Anda dapat melakukan semacam partial hedging untuk melindungi kerugian portfolio Anda akibat penurunan harga saham.
  3. 4. Leverage
  4. Indeks saham biasanya diperdagangkan menggunakan leverage sekitar 7 hingga 10% dari nilai kontraknya. Penggunaan leverage ini memungkinkan seseorang untuk meningkatkan rasio potensi resiko dan keuntungannya berkali lipat dibandingkan tanpa leverage.
  5. Sebagai contoh, jika Anda trading Hang Seng dan membeli indeks saham 1 lot di harga 14,000 (14,000 X USD 5 = $70,000), Anda hanya membutuhkan dana sekecil $750 untuk memulai perdagangan (perbedaan bisa terjadi antar broker). Dalam contoh ini, Anda melakukan leveraging sebesar 92 kali, dan jika berhasil tentunya secara signifikan akan meningkatkan ROI Anda.
  6. 5. Trading Online
  7. Indeks saham dapat diperdagangkan secara online dengan menggunakan program trading yang terhubung ke internet. Setelah membuka rekening pada broker tertentu, Anda dapat melaksanakan trading indeks saham di mana saja Anda berada, selama terhubung dengan koneksi internet.
  8. indeks saham
    Gambar 1: Harga indeks futures Nikkei, Hang Seng dan Kospi
  9. Gambar 1 memperlihatkan harga indeks Nikkei, KOSPI dan Hang Seng secara online pada platform trading Monex Trader. Transaksi yang Anda lakukan melalui online dapat terjadi secara instan dengan hanya double-klik pada salah satu harga indeks saham dan memilih posisi yang Anda mau. Profit atau loss Anda juga akan dapat Anda monitor secara langsung setelah posisi terambil. {break}

    Cara Transaksi Indeks Saham

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, indeks saham diperdagangkan dalam bentuk kontrak dan memiliki jangka waktu. Kontrak indeks saham pada periode tertentu tidak lagi dapat diperdagangkan pada periode selanjutnya, kecuali pada saat peralihan kontrak.Masa Kadaluarsa kontrak berbeda-beda bagi masing¬masing indeks, namun secara umum jangka waktunya dimulai dari 1 hingga 3 bulan. Nilai kontrak juga berbeda, sesuai harga indeks saham masing-masing. Akan tetapi, tetap memakai satuan unit yang sama yakni lot. Untuk mendapatkan nilai 1 lot kontrak futures S&P 500, misalnya Anda perlu mengalikan $250 dengan harga indeks saat ini. Katakanlah jika harga indeks saham 12,000, maka nilai kontrak aslinya sebesar $300,000 (12,000 x $250). Atau jika Nasdaq berada di harga 2,000 maka Anda perlu mengalikan harga tersebut dengan $100. Untuk menemukan pengali kontrak tersebut (lihat tabel 1 dibawah).
  10. indeks saham
    Tabel 1: Pengali kontrak indeks futures
    Posisi indeks saham dikatakan tertutup ketika posisi yang ada telah dilikuidasi. Bentuk posisi likuidasi yang harus diingat selalu berlawanan dengan posisi membuka, misalnya jika Anda sebelumnya membeli (buy), maka posisi untuk likuidasi adalah menjual (sell). Atau sebaliknya, jika Anda menjual (sell) indeks, maka penutupan posisi adalah membeli (buy).
  11. Posisi pertama atau masuk posisi dapat berbentuk buy atau sell, tidak ada keharusan untuk membeli terlebih dahulu baru kemudian menjual. Anda dapat menjual indeks future terlebih dahulu, baru kemudian menjualnya tanpa aturan pelik. Anda dapat memegang posisi tersebut sampai kapanpun Anda mau, sepanjang masih dalam masa kontrak, tanpa harus membayar bunga tertentu.
  12. Perdagangan indeks saham dilakukan melalui program online. Lebih mutakhir dibandingkan masa sebelumnya, ketika media penempatan order masih menggunakan telepon.{break}
  13. Karakteristik Trading Indeks Saham
  14. Jika Anda berkeinginan untuk mempertahankan posisi lebih dari batas waktu kontrak, maka Anda dapat melakukan 2 alternatif tindakan:
  15. Menutup posisi pada akhir kontrak dan secara bersamaan membuka posisi pada kontrak yang baru. Mengijinkan posisi Anda untuk di rollover pada kontrak selanjutnya oleh pihak broker.
  16. Waktu perdagangan indeks saham
  17. Karena indeks saham diperdagangkan di bursa negara masing-masing, maka jam perdagangan disesuaikan dengan jam kerja lokal yang berlaku pada negara tersebut. Perbedaan jam perdagangan antar indeks saham pun cukup jauh. Misalnya Indeks Nikkei diperdagangkan pagi hari waktu Indonesia, sementara Dow Jones diperdagangkan pada malam harinya. Tabel 2 dan 3 menunjukkan perbedaan jam perdagangan pada setiap indeks saham.
  18. indeks saham
    Tabel 2: Jam perdagangan indeks utama Asia
  19. indeks saham
    Tabel 3: Jam perdagangan indeks AS
  20. * Berlaku pada musim panas, sementara musim dingin setiap jam + 1 (buka dan tutup pasar mundur satu jam)

    Simbol dan jangka durasi kontrak

    Jangka waktu kontrak dalam simbol indeks saham memberikan identifikasi bulan berapa kontrak tersebut akan berakhir dan posisi yang harus diselesaikan. Bulan berakhirnya kontrak juga sering disebut sebagai masa penyerahan (delivery).

    Sebagai contoh, Anda membeli indeks Nikkei Juni (Symbol: NK6_JPJ5U), maka posisi Anda ini akan kadaluarsa pada bulan Juni (diindikasikan dengan angka 6 setelah kode indeks). Anda harus menyelesaikan posisi tersebut sebelum, atau tepat pada hari Kamis kedua bulan Juni. Tabel 4 dibawah menunjukkan simbol, bulan dan hari berakhirnya kontrak indeks.
  21. indeks saham
  22. Tabel 4: Simbol indeks dan masa kadaluarsa {break}

    Leverage dan Margin

    Transaksi indeks saham (Stodex) futures juga menggunakan sistem leverage dan margin, sama seperti forex. Namun dengan nilai kontrak yang berbeda-beda, seperti yang sudah dibahas sebelumnya.

    Leverage dapat diterjemahkan sebagai penggunaan dana pinjaman untuk melakukan transaksi. Secara praktis, leverage tidak lain adalah penggunaan skala antara nilai kontrak dan modal yang diperlukan . Jika nilai kontraknya Rp.100 juta dan Anda hanya perlu menyetorkan dana sebesar Rp. 1 juta, maka leveragenya adalah 100:1.

    Penggunaan modal dengan skala lebih kecil dibandingkan nilai riil-nya inilah yang disebut dengan leverage. Sedangkan modal yang dijaminkan untuk setiap transaksi disebut dengan margin.

    Menghitung keuntungan dan kerugian

    Beberapa harga indeks saham menggunakan desimal, dan memiliki nilai per-tick (poin) yang berbeda satu sama lain.

    Nilai tick ini ditentukan oleh jenis kontrak yang digunakan (nilai pengali). Misalnya mini Nasdaq memiliki pengali $20 dan minimum pergerakan sebesar 0.25 tick, sehingga setiap pergerakan bernilai $20 x .50 atau $10 per kontrak (lihat tabel). Tabel 5 dan Tabel 6 dibawah, menunjukkan ukuran kontrak indeks saham yang paling aktif diperdagangkan.
  23. indeks saham utama asia
  24. Tabel 5: Perhitungan pergerakan indeks utama Asia

  25.  indeks saham mini AS
  26. Tabel 6: Perhitungan pergerakan indeks mini saham ASDi Indonesia, indeks saham yang diperdagangkan adalah Indeks saham Jepang, Hong Kong dan Korea, yang sudah memiliki kontrak rupiah, dengan perincian sebagai berikut;
  27. Indeks saham Jepang (ISJ) = Rp. 30.000 per tick (JPJ) dan Rp. 50.000 (JPK)  Indeks saham Hong Kong (ISH) = Rp 50.000 per tick  Indeks saham Korea (ISK) = Rp. 35.000 per tick
  28. Untuk memulai perhitungan keuntungan dan kerugian dalam perdagangan indeks saham mudah dilakukan setelah mengetahui poin-poin penting diatas. Sebagai contoh, Anda ingin menjual indeks saham Hong Kong.
  29. Anggap saja harga Indeks Future Saham Hong Kong berada di harga 12800/05 dan Anda berhasil menjual di harga tersebut (12800).
  30. Kemudian, katakanlah Anda sudah memperkirakan bahwa Indeks saham Hong Kong akan mengalami penurunan lanjutan. Oleh karena itu, Anda menjual Indeks (membuka posisi) satu unit (lot) dan menunggu harganya mengalami penurunan.
  31. Pada keesokan harinya, Indeks saham mengalami penurunan seperti yang diharapkan. Anda berhasil menutup posisi (membeli Indeks) di harga 12700. Maka;
  32. = 12800 (harga jual) dikurang 12700 (harga beli) x Rp.50.000,- (kontrak per lot) = (100) x Rp. 50.000,- Keuntungan = Rp. 5.000.000.-
  33. Sebaliknya, jika ternyata Indeks Hong Kong tidak bergerak seperti harapan Anda, dan harga naik dari 12800 menjadi 12850, maka;
  34. = 12800 (harga jual) - 1.2850(harga beli) = (50) x Rp.50.000,- Kerugian Anda = Rp. 2.500.000,
  35. Review
  36. Indeks saham diperdagangkan bursa futures, yang memiliki arti kontrak penyerahan kedepan dalam bentuk uang yang dihitung berdasarkan nilai indeks saham di pasar.
     
  37. Perdagangan indeks saham memiliki banyak manfaat dan keunggulan, diantaranya merupakan instrumen finansial yang memiliki kinerja terbaik, alat diversifikasi dan hedging ideal.
     
  38. Indeks saham teraktif yang diperdagangkan adalah Dow Jones, Nasdaq-100, S&P 500, Hang Seng, Nikkei 225 dan Kospi 200.
Reaksi: 


Senin, 25 Juli 2011

rear wheel steering



 
Rear Wheel Steering (RWS) adalah salah satu teknik mengarahkan atau membelokkan motor agar sesuai jalur (racing line) melalui roda belakang dengan memanfaatkan power motor itu sendiri. Teknik ini banyak digunakan para pembalap Moto GP. Saat memasuki tikungan lambat, mereka dapat melibas tikungan ini dengan cepat dengan cara melakukan slide pada roda belakang dan sedikit menekuk setang ke arah yang berlawanan dengan arah tikungan. Sehingga motor dapat tetap terarah pada racing line dan tidak melebar tanpa mengurangi kecepatan sedikitpun saat melewati tikungan. Catatan waktupun akan semakin terpangkas dengan digunakannya teknik ini.



Salah satu pembalap Moto GP yang sering melakukan teknik RWS adalah pembalap veteran Garry McCoy. Saat melewati tikungan yang lambat ia sering menggeber abis motor Yamaha YZR 500-nya untuk melakukan slide pada ban belakang dan menekuk stang berlawanan dengan arah tikungan. Hasilnya, tikungan lambat tersebut dapat dilewati dengan waktu yang lebih cepat. Sampai saat ini, era Moto GP 4-tak 800cc, teknik RWS masih banyak dipakai oleh para pembalap MotoGP.




Teknik RWS bukan berasal dari Moto GP, teknik ini diadopsi oleh pembalap Moto GP dari balap motor Speedway, seperti tampak pada gambar diatas. Para pembalap Speedway melibas tikungan dengan melakukan sliding pada roda belakang dan menekuk stang sampai mentok. Sehingga didapatlah posisi membelok seperti pada gambar. Bedanya, pada Moto GP para pembalap hanya sedikit saja menekuk stangnya karena trek yang dilalui adalah aspal bukan tanah seperti pada Speedway. Saat ini teknik ini juga dipakai oleh para freestyler2 kelas dunia.. contohnya ini bro... cekidot


Surga yang menjadi kota hantu

Gagra adalah sebuah kota yg terletak dipinggiran pantai laut hitam yang beriklim mendekati iklim sub tropis, gagra pada awalnya merupakan resort kesehatan yg terkenal dikerajaan Rusia dan di antara para elit Rusia.
Gagra saat itu adalah surga dengan iklim yg menyenangkan. Disana terdapat sebuah istana kerajaan dan berbagai macam bentuk bangunan yg berasal dari seluruh Eropa. Taman yg mengelilingi resort tersebut juga sangat populer dengan pohon-pohon tropisnya. Bahkan di Gagra juga terdapat burung beo dan monyet yg khusus didatangkan untuk memberikan kesan yg eksotik. Tetapi  semenjak perang yg terjadi antara Abkhazia dan Georgia pada tahun 1992-1993 telah membuat Gagra menjadi terbengkalai, sehingga berubah menjadi puing-puing dan konon katanya saat ini Gagra menjadi sebuah kota hantu karena tidak ada lagi kehidupan disana.Sumber berita ini bisa dilihat disni





















Apa itu FX (Foreign Exchange) ?

Forex atau secara umum disingkat dengan inisial "FX" adalah kependekan dari Foreign Exchange alias pertukaran mata uang asing. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai valas atau Valuta Asing. Forex Trading merupakan perdagangan mata uang kedua negara yang nilainya berbeda dari waktu ke waktu.

Mata uang yang biasanya diperdagangkan dalam Forex adalah mata uang negara-negara maju seperti Dollar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY), Swiss Franc (CHF), Poundsterling Inggris (GBP), Australian Dollar (AUD), dan Euro (EUR). Semua mata uang itu lazimnya dipertukarkan atau diperdagangkan secara berpasang-pasangan atau disebut pair. Misalnya EUR/GBP, CHF, GBP/USD, EUR/USD, AUD/USD, GBP/JPY dan lainnya.

Perlu diketahui bahwa Forex Market adalah pasar yang paling likuid dan paling besar di dunia. Ada trilyunan dolar uang yang berputar di pasar forex setiap harinya. Jumlahnya sering melebihi BNP (Bruto Nasional Produk) negara-negara maju. Luar biasa. Tidak satu pihak pun dapat mengendalikan harganya di pasar untuk waktu yang panjang kecuali pasar itu sendiri yang menggerakkan.

Forex adalah produk investasi yang sifatnya liquid dan bersifat internasional. Perbedaan nilai mata uang sebuah negara yang berubah dari waku ke waktu yang dipengaruhi berbagai macam faktor itulah yang menjadi dasar adanya transaksi keuangan bernama Forex Trading.

Sejarah Forex

FOREX trading sendiri telah lama ada sejak ditemukannya teknik konversi mata uang sebuah negara ke mata uang negara lainnya. Tetapi secara kelembagaan Forex Trading baru ada setelah didirikannya Badan Arbitrase Kontrak Berjangka atau Futures. Misalnya IMM atau Internasional Money Market yang didirikan pada 1972 sebagai divisi bagian dari CME atau Chicago Mercantile Exchange (perishable commodities). Atau yang lain misalnya LIFFE atau London International Financial Futures Exchange, TIFFE atau Tokyo International Financial Futures Exchange dan lainnya.

Sejarah Forex sendiri sudah dimulai sangat lama. Transaksi forex bermula dari perdagangan komoditas, seperti emas, beras, dan lain-lain. Perubahan pola pasar Forex sendiri sampai yang dirasakan saat ini setidaknya mengalami empat kali perkembangan. Pertama, Periode Standar Emas pada era 1880-1914, kedua, Periode Masa Perang Dunia I pada era 1919-1939, ketiga Periode Bretton Woods pada era 1946-1971 dan keempat Periode Nilai Tukar Mengambang pada era 1971 sampai kini.

Perubahan itu dapat diringkas lagi menjadi dua tahap, yaitu tahap Periode Nilai Tukar Tetap dan Periode Nilai Tukar Mengambang. Adapun Periode Standar Emas, Periode Masa Perang Dunia I dan Periode Bretton Woods adalah termasuk tahap Periode Nilai Tukar Tetap.

Pada era Bretton Woods pasca kegagalan dari Periode Nilai Tukar Tetap dalam mempertahankan kestabilan ekonomi, transaksi forex mulai menjadi bagian terpenting perkembangan dunia sampai kini. Pasalnya karena suatu nilai tukar mata uang antar negara diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Pasar yang akan menentukan apakah seberapa besar nilai tukar mata uang tersebut berkaitan dengan perkembangan perekonomian suatu negara.

Perputaran Uang di Pasar Forex

FOREX Trading bergerak terus selama 24 jam setiap hari kerja mulai dari Senin sampai Jumat dan berputar mulai dari pasar New Zealand dan Australia yang berlangsung kira-kira pukul 04.00 – 14.00 WIB, terus ke pasar Asia yaitu Jepang dan Singapura yang berlangsung kira-kira pukul 07.00 – 16.00 WIB, lalu ke pasar Eropa yaitu Jerman dan Inggris yang berlangsung kira-kira pukul 14.00 – 22.00 WIB, sampai akhirnya ke pasar Amerika yang berlangsung kira-kira pukul 19.30 – 04.00 WIB. Begitu terus berputar lagi selama lima hari kerja.

Perputaran uang yang terjadi pada pasar forex menurut survey BIS (Bank for International Settlement) pada September 2008 ini sudah mencapai US$ 5 triliun per harinya!!! Tentu jumlah ini jauh lebih besar bila dibandingkan dengan perputaran uang di bursa berjangka lainnya, seperti komoditi ataupun pasar saham di tiap-tiap bursa efek negara maju manapun. Apalagi dibandingkan dengan pasar tradisional he he.

Dengan volume perdagangan sebesar itu, pasar ini sifatnya sangat cair dan kendali perdagangan tidak dapat dipegang, walaupun mereka dikatakan sebagai pihak yang memiliki modal besar. Pergerakan mata uang ini sepenuhnya bergantung pada pasar.

Begitu pemain besar atau kecil di forex trading, tetapi tidak satu pun dari mereka yang mampu mengontrol pergerakan kurs valuta asing. Bahan perekonomian sebuah negara bisa dipusingkan oleh transaksi yang ada di dalam pasar forex ini, karena bisa menghancurkan tiba-tiba bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ingat berbagai krisis keuangan yang pernah terjadi, salah satu sebab utamanya karena transaksi di pasar forex ini.

Forex trading tidak melibatkan perdagangan secara fisik. Karenanya forex trading juga dapat dijalankan dengan sistem margin atau jaminan (margin trading). Misalnya bila kita mau membeli US$ 30,000, dengan sistem Margin Trading kita hanya akan mengeluarkan dana 1% nya saja atau sebesar US$ 300 sebagai jaminan. Namun keuntungan yang saya dapatkan akan sama nilainya dengan US$ 30,000 yang saya beli. Di sini investor tidak memegang mata uang yang dibeli atau dijual dan jaminan yang diberikan dapat sangat kecil, yaitu hanya 1% dari jumlah yang hendak dibeli.

Demikian sedikit penjelasan mengenai pengertian Forex beserta sejarah dan pemaparan perputaran uang yang terjadi dalam pasar Forex . Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua .

Rabu, 13 Juli 2011

Bagaimana Membaca Laporan Keuangan?

"Bagaimana sih cara membaca laporan keuangan? Yang ada hanya sekumpulan angka ada yang disusun horisontal dan vertikal belom lagi ada persen-persen segala lagi, darimana tuh semuanya itu"
Nah, ini pertanyaan bagus kalau masih ada yang menanyakan, karena yang ditakutkan kalo pertanyaannya adalah "Emang perlu baca laporan keuangan?" .... :(

Untuk memulainya kita perlu mengetahui ada berapa jenis sih macam laporan keuangan... Berdasar dari ketentuan umum akuntansi ada 5 jenis laporan keuangan yaitu :
1. Laporan Laba-Rugi
2. Laporan Neraca
3. Laporan Arus Kas
4. Laporan Perubahan Ekuitas
5. Catatan Atas Laporan Keuangan
Nah, umumnya kita familiar dengan nomor 1-3, kalo yang nomor 4 mungkin kalo dulu kita kuliah di jurusan akuntansi atau pernah belajar di SMA pernah jumpa, yang walau waktu di kuliah ataupun SMA bingung, emang ada perlunya tuh nomor 4. Kalo nomor 5, waduh emang ada y... :)
Kita mulai dengan yang sederhana dulu…

LAPORAN LABA-RUGI
Nah ini laporan yang orang paling suka dan mungkin paling ngerti dan mungkin juga paling menarik…. Hehehe
Disini bacanya gampang sekali, langsung straight ke angka paling bawah, lalu lihat angka nya merah or dikurung or ada tanda minus (-) atau hitam, lalu lihat berapa digit angkanya :D hahaha


Well yes, kalo mau mudah memang begitulah membacanya, why go through the detail…
Dalam teorinya, Laporan Laba Rugi adalah semacam laporan kinerja atau performa dari suatu perusahaan, dimana disitu akan tergambar jumlah pendapatan/penjualan, lalu biaya-biaya selama 1 (satu) periode tertentu.
Nah, periode tersebut bisa bulanan, kuartalan, semesteran or tahunan, lewat dari itu sih jarang hehehe, biasanya akan disebutkan kumulatif.
Di bawah ini contoh saja, tapi jangan tanya mengenai akun-akunnya karena kita sedang tidak membahasnya hehehe…

Next one…. LAPORAN NERACA
Ini yang terkadang orang males bacanya karena dianggap tidak menggambarkan apa-apa, yang ada hanyalah bahwa bahwa kolom kiri dan kanan pasti seimbang karena kalo nggk seimbang berarti salah :)
Memang laporan ini, menurut saya a little bit tricky, karena secara teori laporan ini hanya menggambarkan nilai yang ada pada laporan ini hanya saat tanggal tersebut.
Ya kalo misalnya disebut tanggal 31 Desember 2008, berarti jika ada perkiraan saldo bank senilai 5.000.000 ya hanya di tanggal itu saja, besoknya ya sudah berubah lagi….
So lalu apa gunanya? Laporan neraca ini sebetulnya lebih menggambarkan “kekuatan” dari si perusahaan tersebut berdasarkan aset, kewajiban dan modalnya.

Oh ya, kalo tadi di atas sempat disebut kolom kiri dan kanan, ada 2 jenis bentuk Laporan Neraca, yaitu yang seperti di atas dan satu lagi dengan membagi 2 kolom kiri dan kanan, dimana kolom kiri adalah Aktiva / Aset dan kolom kanan adalah Kewajiban dan Ekuitas / Modal.

Berikutnya… LAPORAN ARUS KAS
Ya seperti judulnya, laporan ini melaporkan semua kegiatan operasional perusahaan hanya yang berhubungan dengan keluar masuknya uang tunai / kas.
Maksudnya gimana? Nah di laporan ini, penjualan or pembelian kredit tidak dimasukan dalam laporan karena nggk ada uang tunai / kas yang terlibat.
Tapi kalo pelunasan hutang or piutang nah itu dimasukan karena ada uang tunai yang didapat atau dikeluarkan.
Gunanya apa? Dalam laporan ini digambarkan kekuatan / likuiditas dari perusahaan bersangkutan secara tunai / kas.
Sedikit pusing? Ya kurang lebih gitulah, kalo mau perumpamaan kurang lebihnya begini, seseorang sebut saja A punya tunai 1jt akan lebih likuid / “kuat” dibanding dengan B yang mempunyai tagihan piutang 2jt, karena si A akan dapat bergerak / bertindak lebih cepat dalam keadaan ekonomi tertentu or jika datang penawaran yang baik.
Mungkin nanti akan kita bahas lebih detailnya pada topik yang lebih menjurus… supaya nggk terlalu detail dulu…

Next stop… LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Well ini laporan yang hanya mencatatkan perubahan-perubahan yang terkait dengan ekuitas. Ekuitas apa sih? Kalo orang dulu menyebutnya modal.
Apa yang digambarkan di laporan ini? Well pada non-listed companya sih sebetulnya nggk terlalu terpengaruh banyak karena di dalamnya hanya terkandung perubahan modal yang disebabkan adanya deviden or profit-loss pada periode tersebut.

Last stop…. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Ya seperti judulnya, ini hanya catatan atas ke-4 laporan keuangan di atas, sehingga bentuknya akan lebih banyak narasi dibandingkan angka serta adanya keterangan-keterangan lebih detail dari setiap laporan di atas.
Nah tebalnya laporan yang satu ini bisa berkali-kali lipat dari ke-4 laporan di atas digabungkan, nah ini yang kalo orang awam paling malas baca karena bikin ngantuk…. :)
Tetapi untuk investor or analisis pasti akan membutuhkan laporan yang satu ini.

Well rasanya sih begitu dulu keterangan yang dapat diberikan, nanti akan coba kita bahas pada topik yang lebih detail…

Sangatlah penting bahwa saat kita ingin mengetahui detail dari suatu perusahaan janganlah kita hanya melihat sepotong-sepotong dari laporannya, kita harus melihatnya secara keseluruhan dikarenakan setiap laporan ini sebetulnya adalah saling berkaitan dan melengkapi.
So watch out, saat kita menganggap remeh, maka there’s a hole we might step into it… 
 
 
http://dummy-finance.blogspot.com/2009/01/bagaimana-membaca-laporan-keuangan.html